SOLOPOS.COM - Jokowi

Jokowi

Jokowi

JAKARTA–Menanggapi rentetan peristiwa teror di Solo, Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku tambah pusing dan membuat tubuhnya makin kurus.

Promosi Pemimpin Negarawan yang Bikin Rakyat Tertawan

“Kejadian di Solo tentu membuat saya tambah pusing karena harus bolak-balik (Solo-Jakarta) dan menjadi semakin kurus,” kata pria yang saat ini menjabat Walikota Solo, Minggu (2/9/2012).

Jokowi enggan menuding aksi tersebut terkait dengan pencalonannya sebagai cagub DKI Jakarta.

“Saya serahkan kepada aparat. Saya tidak mau berprasangka apakah itu terkait atau tidak. Yang pasti itu mengganggu,” katanya.

Kota Solo dilanda serangkaian peristiwa mulai pada penembakan pos polisi Gemblegan pada 17 Agustus, yang melukai dua polisi. Sehari kemudian, saat malam takbiran pada 18 Agustus, sebuah granat sengaja dilemparkan ke arah pos pengamanan (Pospam) Gladak.

Kamis malam (31/8), kembali terjadi penyerangan saat sebuah pos Polisi di Singosaren diberondong tembakan oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sebuah motor. Dalam insiden tersebut, seorang anggota Polisi Bripka Dwi Data Subekti tewas dengan luka tembak di dada dan tangan.

Sebagaimana diberitakan Solopos.com, Berat Badan Turun, Jokowi Tetap All Out, berat badan Jokowi turun sekitar lima hingga tiga kilogram. Sementara itu, pengamat politik menilai aksi teror di Solo terkait dengan agenda Pilkada. (Baca Pengamat: Aksi Teror Solo Terkait Pilkada DKI Jakarta)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya